❌JANGAN CABUT RUMPUT DIKUBURAN❗ Inilah Adab Dan Larangan Saat Berziarah Di Kuburan

assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh innalhamdalillah nahmaduhu wanus sholli wa ala rasulihim asyhadu alla ilaha illallah wa Asyhadu anna muhammadan
abduhu wa rasuluh Allahumma sholli ala sayyidina muhammad sahabat beriman yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta'ala ziarah kubur adalah mengunjungi kuburan dengan maksud
untuk mengambil pelajaran terkait dengan kematian dan kehidupan di akhirat serta mendoakan mayit agar dosa-dosanya diampuni oleh Allah subhanahu wa ta'ala Tahukah kita ternyata pada masa awal
Islam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melarang umat Islam untuk melaksanakan ziarah kubur hal ini dimaksudkan untuk menjaga aqidah umat Islam dimana pada saat itu Rasulullah
Shallallahu Alaihi Wasallam merasa khawatir jika ziarah kubur diperbolehkan sebab umat Islam yang masih lemah aqidahnya akan percaya dan menjadi penyembah kuburan setelah kita umat
Islam keluar dan tidak ada kekhawatiran untuk berbuat Syirik maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memperbolehkan para sahabatnya untuk berziarah kubur karena ziarah kubur itu
akan membuat orang yang hidup untuk selalu mengingat pada kematian memotivasi untuk semangat dalam beribadah sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadis yang makhumnya sesungguhnya
aku dulu telah melarang kalian berziarah kubur maka sekarang ziarah karena akan bisa mengingatkan kepada akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian dengan menziarahinya barang siapa ingin
berziarah maka lakukanlah dan jangan kalian mengatakan ucapan-ucapan batil hadits riwayah Imam muslim sahabat beriman di kesempatan kali ini kita akan membahas hal penting dari adab yang
perlu diperhatikan saat berziarah kubur mengucapkan salam kepada penghuni kubur silahkan simak penjelasan video ini hingga akhir agar para sahabat bisa memahami dan dapat mencerna Apa isi yang
terkandung dalam video ini supaya tidak gagal paham dan semoga para sahabat yang sudah menyimak video ini hingga akhir Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala balas dengan kebaikan dilancarkan rezekinya
bertubi-tubi diberikan kesehatan dan dimudahkan segala urusannya baik di dunia maupun di akhirat Amin ya robbal alamin adab atau sunnah yang pertama yang harus
dilakukan dalam berziarah kubur adalah mengucapkan salam kepada ahli kubur Ucapan salam ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan doa yang disampaikan orang yang melakukan ziarah
kepada mereka yang telah meninggal anjuran mengucapkan salam ini hendaknya dilakukan Saat memasuki kawasan kuburan atau hanya sekedar lewat di area perkuburan Adapun Ucapan salam ini
sebagaimana termaktub dalam sebuah hadis Assalamualaikum ahladiari Minal mukminin wa inna insya Allahu bikum lahikum artinya keselamatan kepada penghuni
kubur dari kaum mukminin dan Muslimin kami Insyaallah akan menyusul kalian semua aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian semua hadits riwayat Imam muslim adab yang kedua
yaitu tidak menggunakan sandal atau alas kaki di kuburan ada dalam berziarah kubur selanjutnya adalah disunahkan untuk tidak memakai alas kaki saat berjalan di atas kuburan Hal ini
bertujuan untuk menghormati para penghuni kubur yang ada di area pemakaman sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah hadis yang makmumnya Wahai orang yang memakai sandal Celakalah
engkau lepaskan sandalmu lalu orang itu melihat dan tatkala dia mengetahui bahwa yang menegurnya adalah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka dia melepas dan melempar sandalnya hadits
riwayah Imam Abu Daud Imam Ahmad berpendapat bahwa larangan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam terhadap seseorang laki-laki yang memakai sandal di kuburan dalam hadis di
atas hanyalah makruh dan tidak sampai pada derajat yang haram Artinya bahwa masih diperbolehkan menggunakan sandal ketika memasuki kuburan jika memang tidak memungkinkan hal ini didasarkan
pada sebuah hadis sesungguhnya seorang hamba apabila telah meninggal dunia ketika diletakkan di dalam kuburnya dan telah pergi orang-orang yang mengantarkannya sungguh hamba tadi
mendengar suara sandal-sandal mereka hadits riwayat Imam Bukhari dan imam muslim lalu adab yang ketiga yaitu mendoakan penghuni kubur berziarah berarti mengunjungi ahli kubur yang
sudah meninggal Salah satu hal yang diberikan kepada ahli kubur yang sudah meninggal adalah doa kita untuk mereka karena sesungguhnya tidak ada yang tidak paling diinginkan oleh ahli kubur selain
kiriman doa dan amal kebaikan yang dihadiahkan untuk mereka hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis seorang mayat dalam kuburnya seperti orang yang tenggelam yang sedang
meminta pertolongan dia menanti-nanti doa ayah ibu anak dan Kawan apabila doa itu sampai kepadanya maka itu lebih ia sukai daripada dunia berikut segala isinya dan Sesungguhnya Allah
menyampaikan doa penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang yang mati ialah memohon istighfar kepada Allah Subhanahu wa
ta'ala untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka hadits riwayah ad-dailami lalu yang keempat adalah tidak menduduki atau melangkahi kuburan adab lain yang perlu diperhatikan dalam melakukan
ziarah kubur adalah tidak menduduki atau melangkahi kuburan adapun yang diperbolehkan adalah dengan berjalan di samping atau diantara pusara-pusara kubur orang-orang yang
melakukan larangan di atas diibaratkan seperti mereka yang duduk di atas para api hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis Sesungguhnya jika salah seorang dari kalian duduk di atas Bara
Api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya itu lebih baik daripada duduk di atas kuburan hadits riwayat Imam muslim lalu adab yang kelima adalah menyiramkan air di atas
kuburan Adapun menyirami air di atas kuburan merupakan suatu hal yang juga dianjurkan ketika berziarah kubur hal ini telah menjadi kebiasaan di masyarakat muslim saat ini kebiasaan ini
bukan tanpa landasan hukum melakukan hal ini adalah sunnah karena Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah melakukan pada saat putranya yang bernama Ibrahim meninggal dunia hal ini
sebagaimana keterangan disampaikan oleh Syekh khotib syarbini dalam kitabnya yaitu muhni AL muhtaji yaitu disunahkan menyiram kuburan dengan air karena Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
sendiri melakukannya kepada kuburan putranya yaitu Ibrahim Selain itu tindakan ini merupakan pengharapan agar kondisi mayat Tetap dingin dan mendapatkan limpahan rahmat serta untuk
menjaga tanah agar tidak bertaburan anjuran menyirami air di atas kuburan ini juga dijelaskan dalam sebuah riwayat dari sahabat Jabir radhiallahu Anhu ia berkata kuburan Nabi Muhammad
Shallallahu Alaihi Wasallam disiram dengan air yang dimulai dari arah kepala sampai kedua kaki nabi dan orang yang melakukannya itu adalah Bilal bin Rabah hadits riwayah Imam Baihaqi namun
membuka kita ada hal yang tidak kalah penting untuk kita ketahui dimana masih banyak pemahaman yang salah di masyarakat mengenai bersih-bersih kuburan Abu Bakar Usman bin Muhammad
ahli waris keluarga ataupun orang lain mengambil atau mencabut rumput-rumput dan tanaman-tanaman bunga yang masih belum kering yang tumbuh di atas kubur alasannya dikarenakan Rumput yang tumbuh
di atas kuburan itu senantiasa berzikir meminta ampun untuk mayit yang ada di dalam kubur tersebut sehingga hal itu akan dapat meringankan siksa kuburnya dan Karena itulah mayit bisa senang dan
ini merupakan hak bagi mayit namun jika rumput sangat banyak semisal sampai menutupi kuburannya maka merapikannya untuk tujuan perawatan itu tidak masalah dalam hadis riwayat Imam Ibnu Hibban Abu
Hurairah radhiallahu Anhu dan para sahabat saya berjalan bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kata Abu Hurairah ketika kami melewati kuburan maka Rasulullah Shallallahu Alaihi
Wasallam mendekati dua kuburan tersebut maka kami pun ikut mendekati bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tiba-tiba ekspresi nabi langsung berubah sampai-sampai dengan baju gamis beliau
bergetar lalu para sahabat bertanya ada apa wahai Rasulullah maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan Apakah kalian tidak mendengar apa yang telah aku dengar kemudian para sahabat
bertanya apa yang telah engkau dengar wahai Rasul Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menjawab bahwasanya dua orang laki-laki yang ada di dalam kuburan ini sedang diazab dengan azab yang sangat
pedih karena telah menganggap remeh dosa yang telah diperbuat para sahabat bertanya dosa apa yang telah mereka perbuat wahai Rasulullah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab
mereka disiksa karena Salah satunya dia kencing akan tetapi tidak mensucikannya atau tidak membasuhnya Dan yang satunya lagi disiksa karena menyakiti orang-orang yang perkataannya dan
mengadu domba Karena itulah mereka disiksa di dalam kubur kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengambil dua batang pelepah kurma dan diletakkan pada masing-masing satu di
atas kuburan tersebut Lalu para sahabat bertanya apakah yang engkau lakukan itu ada manfaatnya wahai Rasulullah Beliau berkata pelepah kurma yang aku letakkan di atas kuburan tersebut akan selalu
berzikir memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala sehingga azab mereka di ringankan oleh Allah subhanahu wa ta'ala sampai pelepah kurma itu kering wallahualam
sahabat beriman yang dirahmati oleh Allah demikianlah beberapa adab yang sangat dianjurkan ketika berziarah ke kubur sungguh ziarah kubur adalah suatu amalan yang sangat dianjurkan oleh
Rasulullah karena dengan berziarah kubur dapat membuat hati menjadi lembut dapat mengingatkan diri akan kematian dan menjadikan diri menjadi pribadi yang tidak sombong karena sesungguhnya tempat
peristirahatan terakhir setiap manusia adalah tanah yang sangat sempit yaitu kubur demikianlah hanya ini yang bisa saya sampaikan semoga bermanfaat untuk kita semuanya amin ya robbal alamin
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sumber: YouTube